Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengingatkan masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terkait isu kenaikan harga sejumlah kebutuhan, termasuk bahan makanan dan produk berbahan plastik.
“Nggak perlu panic buying karena semua kebutuhan utama itu stoknya masih cukup,” kata Pramono.
Ia memastikan bahwa ketersediaan barang pokok di Jakarta masih aman, sehingga warga tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di pasar setiap hari untuk memastikan kondisi tetap terkendali. Meski ada kenaikan pada beberapa komoditas, tingkat inflasi di ibu kota disebut masih stabil.
“Di Jakarta sampai dengan hari ini kami memantau harian, inflasinya masih terjaga dengan baik,” jelas Pramono.
Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia mencatat adanya lonjakan harga plastik yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini bahkan diperkirakan mencapai setengah dari harga normal.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak akhir Februari.
“Sampai hari ini puncaknya itu naiknya di kita proyeksikan di 50 persen,” kata Reynaldi.
Ia menambahkan bahwa kenaikan biaya ini berpotensi berdampak pada harga barang lain jika terus berlanjut, karena pedagang harus menyesuaikan harga untuk menutup biaya tambahan.
Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah terganggunya pasokan bahan baku akibat situasi global, termasuk penutupan jalur distribusi penting seperti Selat Hormuz.
“Kalau kita lihat bahan baku plastik itu menggunakan BBM, tentu ini akan mempengaruhi sekali, yang konfliknya terjadi di Timur Tengah,” jelas Reynaldi.
Selain plastik, dampak juga mulai terasa pada bahan pangan impor seperti kedelai yang berpengaruh pada harga produk olahan seperti tempe dan tahu.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026